Keberanian pemerintahan Indonesia
terkait pelarangan ekpor bijih mineral boleh diacungi jempol, dengan keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan
No.29/M-DAG/PER/5/2012 tentang ketentuan Ekspor Produk Pertambangan ini,
Indonesia mulai menutup menguapnya pundi-pundi penerimaan pajak sektor pertambangan.
Bagaimana tidak, berdasarkan peraturan-peraturan sebelumnya menegaskan bahwa
pajak ekspor adalah 0%, sehingga banyak para pelaku bisnis memaksimalkan bisnis
mereka dengan berlomba-lomba mengekspor barang domesik termasuk beberapa barang tambang
secara besar-besaran dan gratis, padahal dalam pengeksploitasi barang tambang
tersebut banyak merugikan negara berupa kerusakan alam dan minimnya pajak yang
didapat. Dengan berlakunya peraturan ini, diharapkan agar dapat menekan
kegiatan ekspor bijih mineral, dengan maksud, sebaiknya bijih mineral ini harus
diolah di dalam negeri terlebih dahulu kemudian baru boleh diekspor. Bisa kita
bayangkan berapa keuntungan yang kita dapat jika kita mengolah biji mineral terlebih
dahulu, misalkan saja satu biji mineral berharga 1 rupiah langsung kita ekspor
maka kita hanya dapat 1 rupiah, akan
tetapi jika kita olah terlebih dahulu akan berharga 19 rupiah, sehingga ada
selisih keuntungan 18 rupiah. Terlebih lagi faktanya, bijih mentah yang
berharga 1 rupiah yang telah kita ekspor tadi, diolah oleh negara pengimpor
kemudian dijual kepada kita menjadi barang setengah jadi atau barang jadi
seharga 19 rupiah. Memang agak lucu jika kita harus membeli barang kita sendiri
yang telah kita jual dengan harga yang mahal.
Kamis, 02 Agustus 2012
Kamis, 12 April 2012
disiplin berpikir,menggagas kreativitas!!
![]() |
| eh ada Bang Irwanda Wisnu |
Sabtu 7 april 2012. Kajian kedua SSI di D306. Pada kajian ini, materi disampaikan oleh Bang Irwanda Wisnu dan Pak Darmawan Sigit.
Sesi pertama.Dari apa yang telah dipaparkan oleh Bang Irwanda Wisnu, saya hanya bisa menangkap dari beliau, dua kata, yaitu focus dan mendobrak.
Sesi pertama.Dari apa yang telah dipaparkan oleh Bang Irwanda Wisnu, saya hanya bisa menangkap dari beliau, dua kata, yaitu focus dan mendobrak.
Focus
Yang dimasksud focus ini adalah kalian harus bisa memilih dari beberapa pilihan, kemudian menjalankan kewajiban dari pilihan kalian. Contoh kalian memilih organisasi atau bidang ilmu yang kalian kuasai, misal menjadi anggota BEM, dengan pilihan yang pasti dan tidak cabang ke pilihan lain, kalian akan expert pada bidang tersebut apalagi setiap proker social kalian menjadi salah satu koordinatornya, misalnya tadi menjadi anggota BEM Departemen Social. Dengan banyaknya pengetahuan dan kegiatan sosial di kampus dan di masyarakat kalian akan dicari-cari orang ketika membutuhkan . ketika temanmu membutuhkan referensi kegiatan social mereka akan meminta pertimbangan idemu, ketika membutuhkan tempat dimana mereka akan mengadakan acara amal mereka akan lebih percaya dengan tempat yang kamu rekomendasikan, ketika mereka butuh cara mencari dana untuk mendanai acara, mereka akan meminta rekomendasi cara danus terbaik. Karena kamu sudah sering berkutat dan ahli dalam bidang tersebut.
Senin, 09 April 2012
Cara Cepat Lesatkan pengetahuan and kemampuan(softskill), mau?
![]() |
| dapet jempol Pak Beye tuhh,,,, |
Kamis, 05 April 2012
jurus Ampuh naikkan IPK, mau?
![]() |
| Tetep belajar,harus! |
24 cara mendongkrak IPK, adalah sebuah buku yang baru saya beli tiga hari yang lalu, buku ini adalah buku yang sangat menarik, menceritakan bagaimana cara yang baik seorang mahasiswa dapat menaikkan IPK nya. Sebelumnya, saya sudah mengetahui kehadiran buku ini sejak tingkat satu kemarin. ketika mejadi staff (magang) di IMMSI STAN bagian kewirausahaan, ya jaman itu prioritas saya hanya berdagang dan berusaha menjual buku tanpa tertarik untuk membaca buku tersebut. Hasrat untuk membaca buku tersebut baru muncul akhir-akhir ini, yaitu ketika saya menghadiri talkshow bersama Pak Agus M Irkham (penulis buku tersebut) yang motori Departemen PPSDM BEM STAN. Dalam buku tersebut beliau mengartikan bahwa IPK yang dimaksud bukanlah indeks prestasi kumulatif saja, akan tetapi termasuk Indeks peradaban kumulatif. Indeks prestasi kumulatif adalah hasi ujian berdasarkan kemapuan hardskill, seperti belajar dan mengingat pelajaran sedangkan indeks peradaban kumulatif adalah hasil dari kemampuan softskill kalian, mulai dari manajemen waktu, berorganisasi, negosiasi sampai memimpin sebuah acara. Memang dari keduanya itulah kesuksesan akan terwujud. jadi ingat apa yang didawuhkan Pak Anies Baswedan bahwa IP itu yang menghantarkan kita ke pintu kerja, setelah itu didunia kerja softskill lebih banyak yang dipakai. Maka harus bisa melesatkan diantara keduanya untuk menjadi pribadi yang unggul.
Senin, 02 April 2012
Try Out UASBN 2012 di STAN
Minggu, 1 April 2012, kampus STAN rame dengan banyaknya acara apalagi ada Fesbudnus(Festifal Budaya Nusantara), tapi selain fesbudnus juga ada acara bertajuk social pendidikan yang diselenggarakan Interaction Departemen Sosial BEM STAN, yaitu Try Out UASBN Sekolah Dasar.
| selamat datang anak-anak |
Pagi-pagi sekumpulan anak, umur berkisar 12 tahun memadati depan gedung I, mereka adalah peserta Try Out UASBN yang diadakan Interaction Departemen Sosial BEM STAN, wajah-wajah mereka tampak cerah dan bersemangat untuk mengikuti Try Out. Anak-anak ini berasal dari beberapa sekolah dasar yang berbeda, ada yang dari SD Jurangmangu timur 1, SD Jurangmang Timur 2, dan juga SD Jurangmang Timur 3. Memang awalnya ada sedikit halangan, karena Cs belum datang sehingga pintu gedung I belum bisa dibuka, akan tetapi atas usaha panitia, pintu dapat dibuka dengan meminjam kunci Pak Satpam. Maka mulailah anak-anak masuk gedung dan kelas dengan sedikit gemuruh, mereka mencari tempat masing-masing yang sesuai dengan keinginannya. Wal hasil kursi di ruang i101-102 penuh dengan para peserta. Dengan suasana sedikit ramai bersemangat, panitia memulai acara try out, pembukaan sambutan serta membacakan aturan-aturan try out agar memudahkan mereka dalam mengerjakan soal. Karena waktu sudah menunjukan pukul 8 tepat maka diistruksikanlah untuk mengerjakan soal.
Minggu, 01 April 2012
SSI jilid 2, kajian perdana
alay kalau ngomong lebay, dasar anak jablai, dilihatnya jijay
alay orang bilang anak layangan, kampungan gayanya sok-sokan
alay orang bilang anak layangan, kampungan gayanya sok-sokan
reff:alay (denger di metromini menuju rawamangun)
![]() |
| kaleng oglek |
Bercerita hari sabtu 31 maret 2012. Hari ini adalah hari dimana kajian perdana SSI jilid 2 yang akan diadakan di rawamangun. Bangun pagi berjuang agar tepat/kurang dari 6.30 sudah sampai di air mancur kampus Ali wardhana. Tak lupa makan dan teman yang satu ini (rahmat) ikut diajak, eh sampai disana ternyata sudah banyak orang, ada yang lari-lari ada yang sepedaan ada juga yang lagi istirahat ada yang lagi sendang gurau, tapi dari semua banyak orang itu ternyata hanya ada satu orang yang se-tujuan dengan ku, yaa..ternyata semesta belum mendukung , di kala jiwaa ini ingin berubah menjadi orang yang on time, tapi lingkungan tidak menyepakati. Ya sudahlah..mungkin lagi awal-awal
Kamis, 29 Maret 2012
Buang perdebatan, mari kita bersatu
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hati teriris ketika melihat saudara-saudaraku saling beradu argument, saling berdebat atau bahkan saling memurtadkan. Kejadian inilah yang menyebabkanku menjadi miris melihat perkembangan agama ini, walaupun di Barat sana gencar dengan banyak orang yang berduyun-duyun masuk islam, tapi tidak seharum kegencaran disini. Memang saya bukanlah ustad, saya bukanlah ahli agama, saya bukanlah hafidz Al Qur’an ataupun hadis, tapi saya seorang muslim yang memiliki kecintaan kepada muslim lainnya tanpa pandang aliran apapun. Saya hanya ingin sedikit curhat dengan adanya bermacam-macam aliran di agama ini. Entah kalian itu NU, Muhammadiyah, Persis, Salafi,wahabi, IM, MTA yang penting kalian adalah muslim itu sudah cukup bagiku. Kita terlalu banyak membuang energy, membuang waktu, membuang uang hanya untuk berdebat yang tidak ada ujung nya seperti angka yang tidak memiliki ujung dan akhir. Apakah memang itu yang kalian inginkan? berdebat? Sungguh wahai saudaraku kita ini sedang dalam perangkap musuh-musuh Islam, dimana kita sibuk berdebat dengan sesama tapi musuh bertepuk tangan dengan perdebatan ini. Mereka semakin kuat, mereka semakin pintar, mereka semakin modern sedangkan kita hanya berkutak dengan perdebatan, tanpa ada kemajuan untuk bersatu.
Langganan:
Postingan (Atom)




